Liverpool - Tepat 15 April, 21 tahun sebuah tragedi yang takkan pernah bisa dilupakan oleh Liverpool dan para fansnya. Di stadion bernama Hillsborough itulah 96 nyawa tak bersalah melayang begitu saja.
Para Liverpudlian mengenang tragedi itu dengan sebutan Tragedi Hillsborough di mana terjadi saat laga semifinal Piala FA antara The Reds dengan Nottingham Forest di markas Sheffield Wednesday itu.
Saat laga hendak dimulai, para suporter Liverpool yang jumlahnya besar berdesak-desakan di tribun dan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pihak keamanan stadion pun membuka gerbang.
Namun yang terjadi malah sebaliknya, suporter yang tak mendapat tiket di luar stadion memaksa masuk dan itu berbarengan juga dengan para suporter Liverpool dari dalam stadion. Sehingga tragedia naas itu pun tak terelakan lagi dan akhirnya tumpahlah 94 korban di tempat.
Dua korban lagi yaitu bocah berusia 14 tahun bernama Nicol Lee meninggal empat hari sesudahnya di rumah sakit. Dan yang tergetir adalah ketika Tony Bland yang akhirnya harus menghembuskan nafas terakhir empat tahun sesudahnya usai berjuang hidup dengan life support.
Namun sampat saat ini duka dan sesal yang masih tersimpan di dada para pendukung Liverpool mengenai penyebab tragedi itu bisa terjadi. Banyak pihak yang menganggap kejadian tersebut karena sat itu banyak suporter Liverpool yang dalam pengaruh alkohol.
Tentu saja anggapan itu pun membuat para suporter Liverpool geram dan hingga kini tetap menuntut keadilan atas biang keladi peristiwa berdarah tersebut. Tragedi ini disebut sebagai salah satu yang paling naas di sepakbola setelah Tragedi Heysel tahun 1985 yang melibatkan Juventus dan juga Liverpool.
"Sejak saya berada di sini, ini sangat emosional sekali," ucap Rafael Benitez yang menghadiri Memori Tragedi Hillsborough kepada Sky Sports.
"Para pemain dan seluruh staff selalu mendukung keluarga korban karena ini adalah hari yang penting untuk klub ini," sambungnya.
"Ketika saya pertama kali mengenang tragedi ini, saya sangat tertarik dengan apa yang terjadi di klub ini. Anda dapat melihat seluruh orang disini dan perasaan mereka. Ini adalah peristiwa yang menyedihkan untuk diingat semua orang," tukasnya.
Hari ini, 21 tahun lalu 96 fans Liverpool tak akan pernah kembali ke rumah untuk bertemu keluarganya. Dan kalian semua tak pernah terlupakan sebab keadilan itu akan tetap dicari sampai kapan pun.
Sumber. detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar