Minggu, 12 September 2010

Kuku Bima Kolam Susu.m4v

Berlebaran Sambil Berkampanye Komodo

Tim kampanye Pulau Komodo dari Indonesia rencananya akan berkampanye di UEA

Ada yang unik pada silaturahmi Lebaran sesama warga negara Indonesia (WNI) yang tengah merantau di Uni Emirat Arab (UEA). Sambil menikmati ketupat, mereka diminta untuk mendukung kampanye Pulau Komodo sebagai "Tujuh Keajaiban Dunia."

Permintaan itu dilontarkan Duta Besar Indonesia untuk UEA, M. Wahid Supriyadi, Jumat 10 September 2010. Memanfaatkan kehadiran ratusan WNI dan sejumlah umat Muslim dari beberapa negara pada Sholat Ied dan silaturahmi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi, Wahid meminta dukungan agar Pulau Komodo masuk dalam "Tujuh Keajaiban Dunia," yaitu proyek promosi wisata mancanegara yang dilakukan oleh lembaga yang bermarkas di Swiss, New7Wonders Foundation.

"Mari beri dukungan dengan berkunjung ke laman www.new7wonders.com agar komodo masuk sebagai 'Tujuh Keajaiban Dunia,' bersaing dengan sejumlah situs andalan -negara negara lain termasuk Pulau Bu Tinah di UEA," kata Wahid, dalam keterangan yang dipublikasikan KBRI Abu Dhabi.

Wahid juga mengungkapkan bahwa tim kampanye Pulau Komodo dari Indonesia rencananya akan berkampanye di UEA pada pekan ketiga September. Menurut laman New7Wonders, Pulau Komodo kini berada di peringkat kesepuluh dari 28 finalis. Penggalangan dukungan lewat internet itu berlangsung dari tahun hingga pertengahan 2011.
Dubes RI untuk Uni Emirat Arab dalam acara Sholat Ied di Abu Dhabi
Keterangan Foto: Dubes M. Wahid Supriyadi dalam Sholat Ied di KBRI Abu Dhabi.
Sementara itu, Wahid mengungkapkan bahwa ibadah Sholat Ied dan silaturahmi di KBRI ini tidak hanya dihadiri lebih dari 800 WNI. Sejumlah umat dari negara-negara lain pun turut hadir, termasuk Duta Besar Brunei Darussalam. Selain itu juga tampak umat dari Belanda, Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia. 
   
"Bukan suatu kebiasaan di Uni Emirat Arab bahwa Kedubes asing menyelenggarakan shalat Ied, seperti yang dilakukan oleh KBRI Abu Dhabi," kata Wahid. 

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah 57 TKW bermasalah di penampungan KBRI Abu Dhabi yang menerima zakat dari Panitia Ramadhan/Idul Fitri masing-masing sebesar Dh. 110,- setara dengan Rp 264.000,-. Sementara perolehan infaq/sedekah pada Shalat Ied sebesar Dh. 5.000,- (Rp. 12.000.000,-) sebagian akan disumbangkan kepada yayasan/lembaga sosial di Indonesia.
• VIVAnews

Senin, 06 September 2010

Hasil Perundingan RI - Malaysia di Kota Kinabalu, Malaysia, Senin 6 September 2010

Kedua delegasi juga membicarakan masalah hukum yang melanda para WNI di Malaysia.

Indonesia dan Malaysia telah menghasilkan sejumlah kesepakatan dalam perundingan tingkat menteri luar negeri di Kota Kinabalu, Malaysia, Senin 6 September 2010. Sejumlah kesepakatan itu diharapkan bisa meredakan ketegangan hubungan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Laman Kementrian Luar Negeri Indonesia mengungkapkan bahwa "Insiden 13 Agustus" dan kelanjutan negosiasi perbatasan termasuk dalam agenda perundingan antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa dan Menlu Malaysia, Anifah Aman.

Maka, masing-masing delegasi bersepakat untuk memperbaiki prosedur operasi standar (SOP) dan aturan pelibatan (ROE) agar insiden serupa tidak terulang sekaligus menghormati hubungan baik kedua negara. Kedua delegasi sepakat untuk melanjutkan perundingan perbatasan.

Kedua delegasi juga membicarakan masalah hukum yang melanda para WNI di Malaysia, terutama mereka yang dijatuhi vonis hukuman mati. Terlampir sejumlah kesepakatan pokok dalam pertemuan Komisi Bersama untuk Kerjasama Bilateral (JCBC) di Kinabalu:

- Menlu RI menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Pemerintah Indonesia atas penahanan dan informasi mengenai perlakukan tidak layak kepada ketiga petugas KKP terkait dengan insiden 13 Agustus 2010. Sementara Menlu Malaysia menanggapi bahwa Pemerintah Malaysia memutuskan untuk tidak akan memberlakukan prosedur penahanan kepada petugas Indonesia.

- Kedua Menlu juga sepakat untuk menetapkan suatu SOP dan ROE bagi para petugas terkait di lapangan untuk mencegah terulangnya kembali insiden serupa di masa mendatang. Dalam kaitan ini, kedua negara telah menyepakati agar unsur sipil kedua negara yaitu Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA) dari sisi Indonesia dan Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) dimasukkan dalam struktur General Border Committee yang sudah ada.

- Kedua negara juga sepakat bahwa cara yang paling efektif untuk menghindari kembali terjadinya insiden serupa adalah dengan intensifikasi perundingan delimitasi perbatasan laut yang menjadi akar permasalahan antara kedua negara, dimana kedua Menlu akan membahasnya di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada minggu ketiga bulan September 2010.

- Menjadwalkan perundingan perbatasan tingkat teknis ke-16 dan 17 yang masing-masing akan dilaksanakan pada 11-12 Oktober 2010 di Malaysia serta tanggal 23-24 Nopember 2010 di Indonesia.

- Untuk meningkatkan kapasitas perlindungan warga kedua negara, kedua Menlu sepakat mendorong Kelompok Kerja terkait untuk mencapai kemajuan yang substantif terhadap Letter of Intent mengenai MOU on the Recruitment and Placement of Indonesian Domestic Workers 2006.

- Indonesia telah mengajukan usulan Consular Notification and Assistance Arrangements mengenai langkah-langkah yang perlu diambil oleh kedua pihak dalam menangani keadaan dimana warga negaranya menghadapi permasalahan hukum. Pengaturan termaksud akan memperkuat mekanisme Joint Committee yang selama ini sudah ada di antara KBRI dan instansi terkait di Malaysia.

- Menyangkut 3 WNI yang sudah dijatuhi vonis hukuman mati dan saat ini menunggu permohonan pengampunan, telah diajukan keringanan hukum bagi WNI tersebut atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan hubungan baik kedua negara.

- Menekankan pentingnya pendirian dan pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi anak-anak WNI usia wajib sekolah di wilayah Malaysia (Sabah). Pendirian pusat belajar tersebut sangat penting untuk memfasilitasi banyaknya anak usia sekolah WNI dapat mengenyam pendidikan yang baik. Pihak Malaysia akan melanjutkan kerjasamanya mengenai hal dimaksud.

- Pertemuan JCBC berikut direncanakan pada Desember 2010.
• VIVAnews. Selasa, 7 September 2010

Misteri Warna Danau Kelimutu

http://vod.kompas.com/read/2010/09/03/231936/Misteri.Warna.Danau.Kelimutu


 Jumat, 3 September 2010 | 23:19 WIB

Keindahan 3 Danau Kelimutu

Danau Kelimutu berada pada ketinggian 1.631 meter dari permukaan laut ini terletak di puncak Gunung Kelimutu. Danau ini pun masuk dalam rangkaian Taman  Nasional Kelimutu.
Berbagai macam flora  yang dapat ditemui di sekitar danau antara lain Kesambi (Schleichera oleosa), Cemara (Casuarina equisetifolia) dan bunga abadi Edelweiss. Sedangkan fauna yang ada di sekitar danau, antara lain Rusa (Cervus timorensis), Babi hutan (Sus sp.), Ayam hutan (Gallus  gallus) dan Elang (Elanus sp.)
 Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang sesuai dengan warna – warna yang ada di dalam danau. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.
Danau Kelimutu yang mempunyai tiga kubangan raksasa. Masing-masing kubangan mempunyai warna  air yang selalu berubah tiap tahunnya. Air di salah satu tiga kubangan berwarna  merah dan dapat menjadi hijau tua serta merah hati, di kubangan lainnya berwarna  hijau tua menjadi hijau muda, dan di kubangan ketiga berwarna coklat kehitaman  menjadi biru langit.
Namun pada 20 Oktober 2009 lalu, Danau tiga warna Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini berubah menjadi satu warna, yakni hijau, dari warna aslinya merah, putih dan biru. Hal ini pun menggeparkan warga yang tinggal di sekitar Danau Kelimutu yang meyakini bahwa perubahan warna air Danau sebagai tanda akan terjadi perubahan alam yang luar biasa yang harus diwaspadai.
Seluruh warga mengalami kecemasan dengan perubahan warna Danau tersebut. Keyakinan ini didasari pengalaman pada 1992, seiring dengan perubahan warna danau tersebut, terjadi gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores yang menelan banyak korban jiwa. Perubahan warna danau ini pernah terjadi sebelumnya dan secara mendadak.
Dari tiga danau tersebut, danau yang berwarna biru, jarang berubah warna, sehingga kekhawatiran bakal terjadi bencana yang menelan korban jiwa. Kekhawatiran akan terjadi bencana ini, bukan saja terjadi di wilayah Pulau Flores, tapi Indonesia. Sebab, keajaiban dunia ini ada di Indonesia. Seiring perubahan warna danau tersebut pada lima hari lalu, tambah dia, terjadi gempa yang mengguncang Saumlaki, sehingga perlu diwaspadai adanya peristiwa selanjutnya.
Secara adminitratif, Danau Kelimutu berada pada 3 kecamatan, yakni Kecamatan Detsuko,  Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Ndona, ketiganya berada di bawah naungan Kabupaten  Dati II Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Dari ibukota Propinsi NTT, yakni Kupang, pengunjung  dapat menggunakan pesawat menuju kota  Ende, di Pulau Flores, dengan waktu tempuh mencapai 40 menit. Setiba di Ende, perjalanan  dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum berupa mini bus, menuju Desa  Kaonara, yang berjarak 93 km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Dari Desa  Koanara menuju Puncak Danau Kelimutu, wisatawan harus berjalan sepanjang 2,5 km.
Karena menjadi  salah satu objek wisata andalan bagi pemerintah setempat, maka akomodasi di  sekitar danau cukup diperhatikan. Terdapat pondok  jaga, shelter berteduh untuk  pengunjung, MCK, kapasitas lahan parkir yang mampu menampung sekitar 20 mobil, serta beberapa losmen kecil bagi para wisatawan yang hendak menginap.
Namun sampai saat ini, Danau kelimutu tetap menjadi tempat wisata yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar negeri.

Sumber. Kompas

Jumat, 03 September 2010

Liburan Eksotis di Labuan Bajo

Salah satu tempat eksotis di NTT yang menawarkan ragam objek wisata menarik

Tradisi tarian Caci dari Labuan Bajo (VIVAnews/Freddy Wally)
VIVAnews - Indonesia sejak lama dikenal memiliki ragam budaya dan kekayaan tradisi serta keindahan alam yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Berbagai budaya yang ada di Indonesia antara lain seperti tradisi membatik, serta ragam tari tradisionalnya sejak dulu telah tersohor hingga memesona bangsa lain untuk datang dan merasakan sendirinya di negeri ini.

Salah satu tempat menarik di gugusan kepulauan Indonesia yang mungkin masih belum diketahui banyak orang adalah sebuah daerah bernama Labuan Bajo. Wilayah yang terletak di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini tercatat merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang menyimpan objek mengagumkan seperti populasi binatang purba Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Labuan Bajo juga terkenal sebagai salah satu tempat favorit bagi para penyelam (diver) untuk melihat langsung dari dekat berbagai koleksi terumbu karang unik nan cantik yang ada di alam bawah lautnya. Beberapa spot di Labuan Bajo juga menawarkan objek untuk snorkeling demi melihat beberapa hewan laut yang jarang kita temui di tempat lain.

Wilayah ini juga memiliki kekayaan budaya menarik seperti Tari Caci yang digunakan menyambut para tamu di Labuan Bajo. Tarian yang menggunakan medium cambuk sebagai alat untuk menari ini merupakan salah satu warisan penting dari Labuan Bajo yang pantang untuk dilewatkan bila berkunjung ke sini.

Pesona keindahan serta kekayaan tempat ini akhirnya terekam dalam sebuah iklan televisi terbaru dari salah satu produk milik PT. Sido Muncul yang akan rilis pada bulan September ini. Dengan diiringi oleh lagu legendaris 'Kolam Susu' yang pernah populer dibawakan grup musik Koes Plus pada masanya, dan kini dalam versi iklan televisinya dibawakan oleh penyanyi Shanty, iklan ini menampilkan kekayaan alam Labuan Bajo yang sangat indah.

Dengan menggunakan tagline iklan yang cukup sederhana 'Ayo ke Labuan Bajo!', iklan televisi komersial ini memang bertujuan untuk mendongkrak jumlah turis yang datang ke Labuan Bajo. "Daripada ke luar negeri lebih baik ke Labuan Bajo untuk berlibur, kekayaan alamnya sangat mengagumkan, saya sudah 5 kali ke sana", kata Olga Lidya, presenter yang ditemui di sela-sela peluncuran iklan televisi ini.

Sumber. VIVAnews.com
Sabtu, 4 September 2010

Kamis, 02 September 2010

Popularitas iOS Kalahkan Linux

"Keberhasilan iPad dan iPhone 4 membuat sistem operasi Apple makin jauh meninggalkan Linux"


Apple mengumumkan sejumlah data statistik, khususnya terkait popularitas perangkat-perangkat berbasis iOS mereka. Data tersebut dikutip dari NetMarketshare.

Seperti dikutip dari Hexus, 3 September 2010, untuk bulan Agustus, hardware yang menggunakan sistem operasi iOS mewakili 1,1 persen dari perangkat yang terhubung ke internet.

Ini, untuk keduakalinya selama dua bulan berturut-turut, lebih tinggi dibandingkan dengan seluruh perangkat yang mengguanakan Linux yang terhubung ke internet. Termasuk Android.

Dengan peluncuran baru-baru ini, dan juga keberhasilan iPad dan iPhone 4, tidak mengherankan bila sistem operasi mobile Apple semakin meraih pangsa pasar dengan cepat. Selain itu, dari data statistik terlihat pula perangkat iPod touch juga semakin banyak digunakan.

Selain Apple, Android juga terus menambah penggunanya dan telah mencapai 0,2 persen dari seluruh alat yang terkoneksi ke internet. Angka tersebut sekitar seperempat dari seluruh pangsa pasar Linux.

Akan tetapi dengan banyaknya perangkat yang akan menjalankan sistem operas Google ke depannya, pangsa pasar Android akan tumbuh pesat mulai penghujung tahun ini. Meski demikian, Android tetap masih membutuhkan waktu untuk melampaui platform Apple yang sudah stabil.


Sumber. VIVAnews.com
Jum'at, 3 September 2010

Rabu, 01 September 2010

Pidato SBY Soal Malaysia

Jakarta - Presiden SBY telah menyampaikan sikap resmi Indonesia terrkait hubungan Indonesia-Malaysia yang memanas. Berikut ini adalah isi pidato yang dibacakan SBY di Markas TNI, Cilangkap, Jakarta Timur



Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua, Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air yang saya cintai dan saya banggakan,

Malam ini, saya ingin memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai hubungan Indonesia – Malaysia. Marilah kita mengawalinya dengan melihat perkembangan dan dinamika hubungan kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting.

Hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita.

Pertama, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat - dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.

Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya pondasi hubungan bilateral Indonesia - Malaysia.

Ketiga, ada sekitar (2) juta saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia – di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.

Sementara itu, sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus kita bina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.

Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara.

Investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) adalah 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia – Malaysia sungguh kuat.

Namun, hubungan yang khusus ini juga sangat kompleks. Hubungan ini tidak bebas dari masalah dan tantangan. Ada semacam dalil diplomasi, bahwa semakin dekat dan erat hubungan dua negara, semakin banyak masalah yang dihadapi.

Contoh masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah menyangkut tenaga –kerja Indonesia di Malaysia. Kita tahu bahwa keberadaan 2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia, disamping memberikan manfaat bersama, juga memunculkan kasus-kasus di lapangan yang harus terus kita kelola. Oleh karena itulah, sejak awal, saya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia, antara lain menyangkut gaji dan waktu libur; memberikan perlindungan hukum, dan mendirikan sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia.

Dalam kunjungan saya yang terakhir ke Malaysia, kita telah berhasil mencapai kesepakatan, mengenai pemberian dan perlindungan Hak bagi tenaga kerja kita di Malaysia.

Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di Malaysia, pemerintah aktif melakukan langkah-langkah pendampingan dan advokasi hukum, untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya.

Selain masalah TKI dan perlindungan WNI, kita juga kerap menjumpai masalah yang terkait dengan perbatasan kedua negara. Masalah ini memerlukan pengelolaan yang serius dari kedua belah pihak.
Karena itulah, menyadari kepentingan bersama ini, saya dan Perdana Menteri Malaysia sering berkomunikasi secara langsung, di samping forum konsultasi tahunan yang kami lakukan, untuk memastikan bahwa isu-isu bilateral ini dapat kita kelola dan carikan jalan keluarnya dengan baik.

Saudara-saudara sekalian,

Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Berhubung insiden ini menjadikan perhatian yang luas dari kalangan masyarakat Indonesia, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang duduk persoalan yang sesungguhnya, dan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah kita.

Sejak saya menerima laporan mengenai insiden ini tanggal 14 Agustus 2010 pagi, saya langsung memberikan berbagai instruksi. Pertama, saya minta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua, saya juga memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.

Segera setelah itu, Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri melakukan tindakan-tindakan cepat, untuk mengelola penanganan insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Terhadap insiden ini, kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistempun telah bekerja.

Saya juga menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional kita. Memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tetapi, tentu kita tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan nota protes.

Menteri Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. Dalam perkembangannya, alhamdulillah, ke-3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu kini telah kembali ke tanah air.

Berkaitan dengan ketiga petugas KKP tersebut, Pemerintah Indonesia menerima informasi tentang perlakuan yang tidak patut yang dialami oleh mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Melalui jalur diplomasi, diperoleh informasi bahwa Pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut.

Saudara-saudara,

Yang jelas, di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa.

Perihal penanganan terhadap 7 nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia, kepada mereka telah diambil tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah prosesnya selesai mereka kita kembalikan ke Malaysia, sebagaimana kelaziman yang berlaku di lingkungan ASEAN selama ini. Perlu diketahui, dalam kasus yang sama, banyak nelayan Indonesia yang diduga memasuki wilayah perairan negara sahabat, juga dikembalikan ke negeri kita.

Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,

Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat.

Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan kita efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat kita cegah dan tiadakan. Saya sungguh menggaris-bawahi, sekali lagi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.

Saudara-saudara,

Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Pemerintah juga sangat memahami kepentingan itu, dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menjaga dan menegakkannya. Namun demikian, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa menilai dengan tepat setiap masalah yang muncul, agar penyelesaiannyapun menjadi tepat pula.
Meskipun demikian, sekecil apapun permasalahan yang muncul dalam hubungan bilateral, akan tetap kita selesaikan demi menunjang kepentingan nasional kita. Kita harus senantiasa menjaga citra dan jatidiri kita sebagai bangsa yang bermartabat dalam menjalin hubungan internasional, tanpa kehilangan prinsip dasar politik luar negeri yang bebas dan aktif, dan yang diabdikan untuk kepentingan bangsa kita.

Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini, sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita semua.

Saya juga mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah yang ada. Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan yang lain. Harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius dan tepat, tanpa disertai aksi-aksi yang destruktif, juga saya terima dari saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia.

Saudara-saudara sekalian,

Cara kita menangani hubungan Indonesia – Malaysia akan disimak dan diikuti oleh negara-negara sahabat di kawasan Asia, bahkan oleh dunia internasional. Selama ini sebagai Pendiri ASEAN, Indonesia sering dijadikan panutan di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di kawasan, maupun di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, marilah seraya kita tetap memperjuang-kan kepentingan nasional kita, karakter dan peran internasional Indonesia yang konstruktif, dan dengan semangat untuk memelihara perdamaian, terus dapat kita jaga.

Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia –Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.

Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat.
Sekian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Sumber. Detik.com Rabu, 01/09/2010 21:53 WIB

KOMODO NATIONAL PARK - WEST FLORES INDONESIA

KOMODO NATIONAL PARK - WEST FLORES INDONESIA